February 06, 2018

Peluang Usaha Limbah Menjadi Aneka kerajinan







Materi                                        : Prakarya
Kelas                                         : XI IPA
Indikator Materi                        : Membuat Keset dari bahan perca dan Membuat Taplak Meja Dari
                                                     Bahan Sterimin
Guru Bidang Studi                    : Zuraida,S.Pd




Permasalahan Pokok Ekonomi

Materi                                                  : Lintas Minat Ekonomi
Kelas                                                   : X IPA
Semester                                            : Genap
Guru Bidang Studi                            :  Zuraida,S.Pd          


Masalah Manusia di Bidang Ekonomi

Posted: Desember 15, 2011 in ekonomi artikel
0
Manfaat mempelajari:
Siswa mampu memecahkan masalah ekonomi kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan sumber ekonomi, masalah pokok ekonomi, biaya oportunitas, dan sistem ekonomi dalam hidup sehari-hari.
Masalah manusia dibidang ekonomi antara lain:
A. Kebutuhan manusia
1. Pengertian kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu muncul secara naluriah dan sangat diperlukan oleh manusia untuk mempertahannkan hidup. Kebutuhan manusia ini berupa barang dan jasa.
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa, dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya kebutuhn manusia diantaranya sbb:
a. Sifat manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah mereka peroleh dan mereka miliki.
b. Adanya pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, yaitu rata-rata 2,1 juta jiwa perdetikatau sekitar 65juta orang per tahun.
c. Kebutuhan manusia sifatny tidak terbatas, sedangakan sumber daya manusia terbatas.
2. Macam-macam kebutuhan
Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi:
a. Kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan
Berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sbb:;
1) Kebuthan Primer dan Kebutuhan dasar
kebutuhan primer disebut juga kebutuhan alamiah. Manusia harus memenuhi dasarnya, seperti makanan, pakaian, dan perumahan(sandang, pangan, papan) untuk mempertahankan kelansungan hidup.
2) Kebutuhan Sekunder atau kebutuhan Pelengkap (kebutuhan Kultural)
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, manusia masih memerlukan kebutuhan lain, yaitu kebutuhan sekunder. Pemenuhan kebutuhan ini harus disesuaikan dengan tingaket budaya dan lingkunagn sekitar. Contohny adalah radio, televisi, buku dan alat tulis.
3) Kebutuhan tersier(kebutuhan mewah)
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang harus dapat dipenuhi oleh sebagian kecill masyarakat yang memiliki ekonomi biaya tinggi atau orang-orang kaya. Contohnya: mobil mewah, rumah mewah, dan berlibur ke luar negri.
b. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan
Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi:
1) Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan harus dipenuhi waktu sekarang dan tidak dapat ditunda. Misalny: buku-buku pelajaran, sepatu, alat tulis, dll.
2) Kebutuhan waktu yang akan datang
Kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelum digunakan. Contohnya: seorang menabung untuk kebutuhan masa yang akan datang.
c. Kebutuhan berdarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya kebutuhan dapat dibagi menjadi:
1) Kebutuhan Jasmani atau Kebutuhan Badaniah
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasakan oleh unsur jasmani manusia terhadap barang dan jasa. Contoh: udara, makan, minum,dll.
2) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani. Contohnya: kebutuhan akan doa, butuh beribadah, dll.
d. Kebutuhan berdasarkan subjeknya
1) Kebuthan perorangan/ individu
Kebuthan yang pemuasnya ditunjukkan bagi kepentingan individu yang bersangkutan. Contoh: kebutuhan akan obat-obatan
2) Kebutuhan kelompok/ Masyarakat
Kebutuhan yang pemuasnya ditunjukkan bagi kepentingan bersama. Contohnya pasar digunakan untuk berjualan dan rumah sakit digunakan tempet berobat.
B. Barang dan Jasa Pemuas Kebutuhan
Barang dan jasa pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya, kegunaanya dengan barang lain, dan proses produksinya.
1. Berdasarkan cara memperolehnya
a. Barang ekonomi
Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi, contohnya baju, minum, pakaian.
b. Barang Bebas
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Contohnya sinar matahari, udara, air di daerah pedesaan.
2. Bedasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Barang Lain
Berdasarkan kegunaannya dengan barang lain, barang dan jasa pemuas kebutuhan dibedakan menjadi barang substitusi (menggantikan), dan barang komplamenter (melengkapi).
C. Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi.
Kelangkaan sumber daya ekonomi merupakan salah satu permasalahan ekonomi manusia terhadap sumber daya ekonomi. Masalah kelangkaan berhubungan erat dengan kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sumber daya ekonomi menjadi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahaan.
D. Masalah Pokok Ekonomi
Masalah pokok ekonomi ekonomi berkaitan dengan:
1. Barang apa (what) yang harus diproduksi?
Perusahaan harus mengerti barang apa saja yang harus diproduksi dan dibutuhkan oleh konsumen.
2. Bagaimana (How) Barang Harus Diproduksi
Perusahaan harus menggunakan teknik untuk memproduksi agar barang yang dihasilkan berkulitas tinggi.
3. Untuk siapa (for whom) Barang Harus Diproduksi
Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan menikamati barang dan jasa yang diproduksi.
E. Barang Oportunitas
Baiaya oportunitas adalah suatu keputusan didasarkan apa yang harus dikesampingkan sebagai hasil keputusan. Keputusan apapunyang melibatkan pilihan anatar kedua atau lebih memiliki biaya oportunitas.
F. Sistem ekonomi
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi:
1. Sistem ekonomi Pasar
Sistem ekonomi dimana produksi dan distribusi barang dan jasa berlangsung melalui mekanisme pasar bebar berdasarkan 

Materi Pendapatan nasional

Materi                                                  : Lintas Minat Ekonomi
Kelas                                                   : XI IPA
Semester                                            : Genap
Guru Bidang Studi                            :  Zuraida,S.Pd          

·         Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
·         Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
·         Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
·         Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
·         Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Penghitungan[sunting | sunting sumber]

Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
·         Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
·         Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industriagrarisekstraktifjasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
·         Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ({\displaystyle X-M})
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Manfaat[sunting | sunting sumber]
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industripertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan perhitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Faktor yang memengaruhi[sunting | sunting sumber]
·         Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
·         Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
·         Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran 

February 05, 2018

APBN dan APBD



Materi                                                  :  Ekonomi Wajib
Kelas                                                   : XI IPS
Semester                                            : Genap
Guru Bidang Studi                            :  Zuraida,S.Pd          



Pengertian APBN APBD, Fungsi, Tujuan, Penyusunan Terlengkap 2017

APBN adalah – Selamat datang teman teman yang saya senangi dan saya banggakan, hari ini saya akan membahas mengenai APBN, juga terkait dengan pengertian APBN, fungsi, fungsi lokal, fungsi distribusi, fungsi stabilitas, tujuan, mekanisme penyusunan, komponen, proses penyusunan, dan tahapan pengawasan APBN.
Dalam rencana penyusunan anggaran Anda harus berpegang pada hal yang mampu akan membuat anggaran menjadi lebih baik. Hal ini disebut sebagai prinsip penyusunan anggaran. APBN juga disusun oleh pedoman pemerintahan dalam menggunakan dana yang mendapat dari penerimaan untuk di anggarkan dalam melaksanakan kegiatan tertentu oleh operasional negara pembangunan.
Dan APBN menjadi pedoman yang diharapkan untuk menghindarkan penyelewengan dan pemborosan. Untuk sementara ini APBD untuk bertujuan sebagai pedoman penerimaan serta mengeluarkan dalam melaksanakan terdapat kegiatan daerah untuk meningkatkan pada pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat sekitar.

APBN adalah (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara) Pengertian ini adalah ada suatu daftra yang memuat perinci dari sumber-sumber pendapat dari negara dan jenis pada pengeluaran negara hingga dalam jangka waktu satu tahun. Dan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk dilaksanakan secara terbuka dan untuk bertanggung jawab sebesar-besarnya pada kemakmuran rakyat.
Pengertian ini adalah rencana pada keuangan tahunan pemerintahan daerah dan dibahas untuk disetujui kepada pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah, untuk ditetapkan dengan peraturan daerah, tujuannya pada fungsi APBD terdapat prinsipnya, sama juga dengan tujuan dan fungsi APBN.
Berikut ini fungsi APBN jika ditinjau dari kebijakan fiskal:
– Fungsi Lokal
APBN bisa dilakukan untuk mengatur pada lokasi dana dari seluruh pendapatan negara kepada pos-pos belanja untuk digunakan barang-barang jasa publik, serta pembiayaan untuk pembangunan yang lainnya.
– Fungsi Distribusi
Ini hanya untuk bertujuan dan menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antar wilayah, pada kelas sosial maupun sektoral. APBN selain digunakan terhadap kepentingan untuk umum yaitu pada pembangunan dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan.
Nanti akan disalurkan kembali terhadap masyarakat dalam bentuk dari subsidi, atau beasiswa, dan dana untuk pensiun. Subsidi beasiswa, dana pensiun ini merupakan salah satu bentuk dari transfer payment, transfer payment adalah pangalihan biaya dari satu sektor ke sektor yang lainnya.
– Fungsi Stabilitas
APBN merupakan salah satu instrumen bagi pada pengendalian stabilitas terhadap perekonomian negara dalam bidang fiskal. Misalkan seperti jika terjadi pada keseimbangan yang sangat ekstrem maka pemerintahan dapat melakukan interveinsi melalui anggaran untuk dikembalikan pada keadaan normal.