April 10, 2019

Makanan internasional bahan hewani

Jika kamu berkunjung ke negara-negara di Asia, cobalah untuk mencicipi 5 makanan khas dari masing-masing negara, seperti berikut ini:
  • Kekayaan rempah-rempah di negara-negara Asia membuat makanannya jadi kaya rasa. Jika kamu berkunjung ke negara-negara di Asia, cobalah untuk mencicipi 12 makanan khas dari masing-masing negara, seperti berikut ini:
  • 1. Bebek peking - Tiongkok

10 Makanan Asia Paling Terkenal di Dunia, Ada Favoritmu Gak?
Bebek pecking ini dagingnya sangat lembut. Buat kamu yang berkunjung ke Tiongkok, cobalah mencicipi makanan khas ini ya. Dijamin bikin nagih!

2. Beef bulgogi bowl - Korea Selatan

10 Makanan Asia Paling Terkenal di Dunia, Ada Favoritmu Gak?
Makanan khas Negeri Ginseng ini terdiri dari daging, nasi, dan beberapa topping seperti telur, dan sayuran. Tentu saja makanan ini penuh nutrisi dan rasanya yang khas dengan bumbu asli Korea.

3. Yaki gyoza -Jepang

10 Makanan Asia Paling Terkenal di Dunia, Ada Favoritmu Gak?instagram.com/adon_cook
Selain sushi, ada makanan lain khas Jepang yang rasanya gak kalah enak. Salah satunya yaki gyoza. Kamu bisa mendapatkannya di beberapa restoran Jepang yang terkenal di Indonesia. Makanan ini seperti dim sum, tetapi versi goreng dengan isian daging dan sayuran berbumbu.

4. Bahn xeo - Vietnam

10 Makanan Asia Paling Terkenal di Dunia, Ada Favoritmu Gak?instagram.com/matwat
Makanan tradisional khas Kamboja ini terdiri dari potongan daging yang dicelupkan ke dalam campuran bumbu. Campuran tersebut terbuat dari garam, merica, jeruk nipis, dan cabai. Dimakan dengan nasi putih dan sayuran jadi makin sedap.

5. Pad Thai -Thailand

10 Makanan Asia Paling Terkenal di Dunia, Ada Favoritmu Gak?instagram.com/bangpopmelb
Banyak yang sudah tahu makanan khas Thailand yang satu ini. Pad Thai terbuat dari campuran mie, telur, tahu, dan sayuran-sayuran yang dikombinasikan dengan saus ikan. Hhmm...yummy!

Makanan internasional

Pengertian Makanan Internasional dan Contohnya Lengkap

Jika kamu berkunjung ke negara-negara di Asia, cobalah untuk mencicipi 12 makanan khas dari masing-masing negara, seperti berikut ini:
  • Bebek peking - Tiongkok. ...
  • Beef bulgogi bowl - Korea Selatan. ...
  • Yaki gyoza -Jepang. ...
  • Bahn xeo - Vietnam. ...
  • Pad Thai -Thailand. ...
  • Roti canai - Malaysia. ...
  • Nasi ayam hainan - Singapura. ...
  • Rendang - Indonesia.
Image result for makanan internasional
Nov 11, 2018

Image result for makanan internasionalRelated image

Image result for makanan internasional

Image result for makanan internasional

March 30, 2019

Masalah Pengangguran

Materi Ekonomi
Kelas : XI Lintas Minat


Faktor utama penyebab pengangguran di Indonesia.
pengangguran yaitu orang yang berada pada usia produktif/usia kerja yang tidak bekerja. Berdasarkan penyebabnya pengangguran dapat dibedakan 5 macam yaitu:
  1. Pengangguran struktural yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.
  2.  Pengangguran siklus/konjungtur yaitu : pengangguran yang terjadi akibat adanya perubahan-perubahan dalam tingkat perekonomian.misalnya perusahan-perusahaan harus mengurangi kegiatan produksi sehingga sebagian tenaga kerja diberhentikan.
  3. Pengangguran friksional yaitu : pengangguran yang terjadi pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment),di mana tenaga kerja berusaha mengganti pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja atau mogok sementara untuk menuntut kenaikan upah.
  4.  Pengangguran musiman yaitu : pengangguran yang terjadi akibat perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala,misalnya menganggur pada saat selang antara musim tanam dan musim panen
  5. Pengangguran karena perubahan teknologi(technological unemployment) yaitu pengangguran yang terjadi akibat perubahan teknologi misalnya mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin.

Salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia adalah masalah pengangguran, yang tidak pernah teratasi setiap tahunnya. Faktor pengangguran bisa beragam macamnya, dan ini tidak boleh di abaikan oleh pemerintah. Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh penduduk Indonesia di harapkan partisipasinya untuk mengatasi masalah ini. Tanpa kerjasama pemerintah dan masyarakat mustahil dapat mengatasi pengangguran di Indonesia. Berikut adalah beberapa penyebab pengangguran yang umum terjadi di Indonesia.
  1. Pendidikan rendah. Pendidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.
  2. Kurangnya keterampilan. Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.
  3. Kurangnya lapangan pekerjaan. Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.
  4. Kurangnya tingkat EQ masyarakat. Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat. Orang yang pandai berkomunikasi dan pandai bersosialisasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding orang yang selalu pendiam dan tidak berani mengeksplor potensi diri.
  5. Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain. Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  6. Tidak mau berwirausaha. Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha.
Itulah beberapa faktor pengangguran yang banyak terjadi di Indonesia. Cukup sulit untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dengan tingkat jumlah penduduk yang begitu besar dan masih banyaknya korupsi di negeri ini, sehingga laju pengangguran semakin naik per tahunnya.

Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional
Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot. Sehingga menghambat beberapa faktor pembangunan nasional, seperti :
  1. Pendapatan Nasional dan Pendapatan per Kapita.
  2. Beban psikologis
  3. Biaya sosial
  4. Penerimaan negara

Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.
Upah merupakan salah satu komponen dalam penghitungan pendapatan nasional. Apabila tingkat pengangguran semakin tinggi, maka nilai komponen upah akan semakin kecil. Dengan demikian, nilai pendapatan nasional pun akan semakin kecil.
Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk. Oleh karna itu, nilai pendapatan nasional yang semakin kecil akibat pengangguran akan menurunkan nilai pendapatan per kapita.
Beban psikologis
Semakin lama seseorang menganggur, semakin besar beban psikologis yang harus ditanggung. Secara psikologis, orang yang menganggur mempunyai perasaan tertekan, sehingga berpengaruh terhadap berbagai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak psikologis ini mempunyai efek domino di mana secara sosial, orang menganggur akan merasa minder karena status sosial yang tidak atau belum jelas.

Biaya sosial
Dengan semakin besarnya jumlah pengangguran, semakin besar pula biaya sosial yang harus dikeluarkan. Biaya sosial itu mencakup biaya atas peningkatan tugas-tugas medis, biaya keamanan, dan biaya proses peradilan sebagai akibat meningkatnya tindak kejahatan.

Penerimaan negara
Salah satu sumber penerimaan negara adalah pajak, khususnya pajak penghasilan. Pajak penghasilan diwajibkan bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan. Apabila tingkat pengangguran meningkat, maka jumlah orang yang membayar pajak penghasilan berkurang. Akibatnya penerimaan negara pun berkurang.

Beberapa faktor di atas dapat menghambat pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Baik berupa penbangunan sistem sosial, politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya.

Cara mengatasi pengangguran di Indonesia
Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah pengangguran di Indonesia, namun masih saja pengangguran tidak berkurang bahkan lebih bertambah setiap tahunnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan.
Menurut Paul A. Samuelson dan Wiliam D. Nurdhaous dalam bukunya Ekonomi mengemukakan cara-cara mengatasi pengangguran yaitu sebagai berikut:
  1. Memperbaiki pasar tenaga kerja
  2. Menyediakan program pelatihan
  3. Menciptakan program padat karya
Selain hal tersebut di atas, sesuai dengan GBHN 1999, pemerintah Indonesia hendaknya:
·         Mengembangkan tenaga kerja secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja dan kebebasab berserikat, dan
·         Meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang di kelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja

February 06, 2018

Peluang Usaha Limbah Menjadi Aneka kerajinan







Materi                                        : Prakarya
Kelas                                         : XI IPA
Indikator Materi                        : Membuat Keset dari bahan perca dan Membuat Taplak Meja Dari
                                                     Bahan Sterimin
Guru Bidang Studi                    : Zuraida,S.Pd




Permasalahan Pokok Ekonomi

Materi                                                  : Lintas Minat Ekonomi
Kelas                                                   : X IPA
Semester                                            : Genap
Guru Bidang Studi                            :  Zuraida,S.Pd          


Masalah Manusia di Bidang Ekonomi

Posted: Desember 15, 2011 in ekonomi artikel
0
Manfaat mempelajari:
Siswa mampu memecahkan masalah ekonomi kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan sumber ekonomi, masalah pokok ekonomi, biaya oportunitas, dan sistem ekonomi dalam hidup sehari-hari.
Masalah manusia dibidang ekonomi antara lain:
A. Kebutuhan manusia
1. Pengertian kebutuhan
Kebutuhan adalah segala sesuatu muncul secara naluriah dan sangat diperlukan oleh manusia untuk mempertahannkan hidup. Kebutuhan manusia ini berupa barang dan jasa.
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa, dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya kebutuhn manusia diantaranya sbb:
a. Sifat manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah mereka peroleh dan mereka miliki.
b. Adanya pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, yaitu rata-rata 2,1 juta jiwa perdetikatau sekitar 65juta orang per tahun.
c. Kebutuhan manusia sifatny tidak terbatas, sedangakan sumber daya manusia terbatas.
2. Macam-macam kebutuhan
Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi:
a. Kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan
Berdasarkan tingkat kepentingannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi sbb:;
1) Kebuthan Primer dan Kebutuhan dasar
kebutuhan primer disebut juga kebutuhan alamiah. Manusia harus memenuhi dasarnya, seperti makanan, pakaian, dan perumahan(sandang, pangan, papan) untuk mempertahankan kelansungan hidup.
2) Kebutuhan Sekunder atau kebutuhan Pelengkap (kebutuhan Kultural)
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, manusia masih memerlukan kebutuhan lain, yaitu kebutuhan sekunder. Pemenuhan kebutuhan ini harus disesuaikan dengan tingaket budaya dan lingkunagn sekitar. Contohny adalah radio, televisi, buku dan alat tulis.
3) Kebutuhan tersier(kebutuhan mewah)
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang harus dapat dipenuhi oleh sebagian kecill masyarakat yang memiliki ekonomi biaya tinggi atau orang-orang kaya. Contohnya: mobil mewah, rumah mewah, dan berlibur ke luar negri.
b. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan
Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dapat dibagi menjadi:
1) Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan harus dipenuhi waktu sekarang dan tidak dapat ditunda. Misalny: buku-buku pelajaran, sepatu, alat tulis, dll.
2) Kebutuhan waktu yang akan datang
Kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelum digunakan. Contohnya: seorang menabung untuk kebutuhan masa yang akan datang.
c. Kebutuhan berdarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya kebutuhan dapat dibagi menjadi:
1) Kebutuhan Jasmani atau Kebutuhan Badaniah
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasakan oleh unsur jasmani manusia terhadap barang dan jasa. Contoh: udara, makan, minum,dll.
2) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani. Contohnya: kebutuhan akan doa, butuh beribadah, dll.
d. Kebutuhan berdasarkan subjeknya
1) Kebuthan perorangan/ individu
Kebuthan yang pemuasnya ditunjukkan bagi kepentingan individu yang bersangkutan. Contoh: kebutuhan akan obat-obatan
2) Kebutuhan kelompok/ Masyarakat
Kebutuhan yang pemuasnya ditunjukkan bagi kepentingan bersama. Contohnya pasar digunakan untuk berjualan dan rumah sakit digunakan tempet berobat.
B. Barang dan Jasa Pemuas Kebutuhan
Barang dan jasa pemuas kebutuhan dapat dikelompokkan berdasarkan cara memperolehnya, kegunaanya dengan barang lain, dan proses produksinya.
1. Berdasarkan cara memperolehnya
a. Barang ekonomi
Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi, contohnya baju, minum, pakaian.
b. Barang Bebas
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Contohnya sinar matahari, udara, air di daerah pedesaan.
2. Bedasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Barang Lain
Berdasarkan kegunaannya dengan barang lain, barang dan jasa pemuas kebutuhan dibedakan menjadi barang substitusi (menggantikan), dan barang komplamenter (melengkapi).
C. Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi.
Kelangkaan sumber daya ekonomi merupakan salah satu permasalahan ekonomi manusia terhadap sumber daya ekonomi. Masalah kelangkaan berhubungan erat dengan kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sumber daya ekonomi menjadi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya kewirausahaan.
D. Masalah Pokok Ekonomi
Masalah pokok ekonomi ekonomi berkaitan dengan:
1. Barang apa (what) yang harus diproduksi?
Perusahaan harus mengerti barang apa saja yang harus diproduksi dan dibutuhkan oleh konsumen.
2. Bagaimana (How) Barang Harus Diproduksi
Perusahaan harus menggunakan teknik untuk memproduksi agar barang yang dihasilkan berkulitas tinggi.
3. Untuk siapa (for whom) Barang Harus Diproduksi
Masalah ini berkaitan dengan siapa yang akan menikamati barang dan jasa yang diproduksi.
E. Barang Oportunitas
Baiaya oportunitas adalah suatu keputusan didasarkan apa yang harus dikesampingkan sebagai hasil keputusan. Keputusan apapunyang melibatkan pilihan anatar kedua atau lebih memiliki biaya oportunitas.
F. Sistem ekonomi
Sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi:
1. Sistem ekonomi Pasar
Sistem ekonomi dimana produksi dan distribusi barang dan jasa berlangsung melalui mekanisme pasar bebar berdasarkan 

Materi Pendapatan nasional

Materi                                                  : Lintas Minat Ekonomi
Kelas                                                   : XI IPA
Semester                                            : Genap
Guru Bidang Studi                            :  Zuraida,S.Pd          

·         Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara
·         Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
·         Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
·         Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
·         Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
Penghitungan[sunting | sunting sumber]

Jasa perbankan turut memengaruhi besarnya pendapatan nasional
Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:
·         Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
·         Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industriagrarisekstraktifjasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa dan barang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).
·         Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor ({\displaystyle X-M})
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin
Contoh soal :
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun 2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada pada tahun 2007 ?
jawab :
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%
Manfaat[sunting | sunting sumber]
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industripertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan perhitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.
Faktor yang memengaruhi[sunting | sunting sumber]
·         Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.
·         Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.
·         Investasi
Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran