November 25, 2011

jurnal khusus

MACAM-MACAM JURNAL

Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara kronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar

1. Jurnal Umum

Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya. Standar Jurnal Umum terdiri dari kolom-kolom sebagai berikut :

Contoh Jurnal Umum :

Tanggal


Keterangan/Akun


Ref


Debet


Kredit

















































Keterangan :
Kolom Tanggal

diisi tanggal terjadinya transaksi secara kronologis (menurut urutan waktu)

Kolom Keterangan


diisi dengan nama akun yang harus di debet dan akun yang harud di kredit akibat terjadinya transaksi. Akun yang harus di debet ditulis lebih dahulu, jumlahnya ditulis di kolom debet. Akun yang harus di kredit biasanya ditulis agak ke kanan pada baris berikutnya, jumlah ditulis di kolom kredit. Keterangan singkat ditulis dibawahnya.

Kolom referensi (Ref)


diisi nomor kode akun buku besar sebagai tempat pemindahbukuan data yang bersangkutan. Kolom ini diisi pada saat data pos jurnal yang bersangkutan dipindahkan (posting) ke buku besar.

Kolom Debit/ Kredit


diisi dengan sejumlah nilai/angka yang di debit atau di Kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi


2. Jurnal khusus
Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:

a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

Contoh Jurnal Penjualan

Dalam perusahaan yang memerlukan data mengenai hutang PPN tiap terjadi transaksi penjualan, buku jurnal penjual bisa dibuat dalam bentuk sebagai berikut :

Contoh Jurnal Penjualan dengan memperhitungkan PPN :

Tgl


Nomor Faktur


Nama Debitor


Ref


DEBET


KREDIT

Piutang Dagang


PPN Keluaran


Penjualan





























































b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

Contoh kolom Jurnal Penerimaan Kas :


c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)

Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :

*
Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)
*
Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapat diambil (cash in bank)

Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.

Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan. Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre'dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

Contoh Jurnal Pengeluaran Kas :

d Jurnal Pembelian (Purchases Journal)

Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Buktj. transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar, dilakukan secara periodik, biasanya pada tiap akhir bulan .

Bentuk jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jumal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu. kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun.Utang dagang .Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit

Contoh Jurnal Khusus Pembelian :

kertas kerja

Kertas Kerja Dan Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang
3. Bentuk Kertas Kerja
Ada beberapa bentuk kertas kerja diantaranya kertas kerja 6 kolom, 8 kolom, 10 kolom dan 12 kolom. Namun yang lazim digunakan adalah kertas kerja 10 kolom. Berikut ini akan disajikan kertas kerja berbentuk 10 kolom.
Bagaimana bentuk kertas kerja 6 kolom? Baiklah, untuk lebih jelas dikemukakan bentuk kertas kerja selain yang berbentuk 10 kolom.
a. Kertas kerja 6 kolom terdiri atas:
1. Nomor akun
2. Nama akun
3. Neraca saldo (debit dan kredit)
4. Laba rugi (debit dan kredi)
5. Neraca (debit dan kredit).


b. Kertas kerja 8 kolom terdiri atas:
1. Nomor akun
2. Nama akun
3. Neraca saldo (debit dan kredit))
4. Ayat penyesuaian (debit dan kredit)
5. Laba rugi (debit dan kredit)
6. Neraca (debit dan kredit).


c. Kertas kerja 12 kolom terdiri atas:
1. Nomor akun
2. Nama akun
3. Neraca saldo (debit dan kredit)
4. Ayat penyesuaian (debit dan kredit)
5. Neraca saldo disesuaikan (debit dan kredit)
6. Laba rugi (debit dan kredit)
7. Modal /Laba ditahan (debit dan kredit)
8. Neraca (debit dan kredit).

November 13, 2011

Jurnal penutupan

1. jelaskan pengertian jurnal penutup
2. Mengapa harus dilakukan pembuatan jurnal penutup
3. Akun - akun apa saja yang harus dibuat jurnal penutup
4.Buatkan contoh jurnal penutup dengan menggunakan pendekatan ikhtisar laba rugi