INDEKS HARGA DAN INFLASI KELAS XI IPS 1
Nama materi : Ekonomi
Hari/Tanggal : Kamis/19 November 2020
Kelas : XI IPS 1
Jam Ke : 3,4
Kd. 3.4 : Indeks Harga dan Inflasi
: Inflasi
: Permintaan dan penawaran uang
Apa Itu Inflasi?
Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara
umum dan terus-menerus sehubungan dengan mekanisme pasar yang dipengaruhi
banyak faktor, seperti peningkatan konsumsi masyarakat, likuiditas di pasar
yang berlebih sehingga memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, hingga
ketidaklancaran distribusi barang. Inflasi merupakan indikator untuk melihat
tingkat perubahan, dan inflasi dianggap terjadi apabila proses kenaikan harga
berlangsung terus-menerus dan saling berpengaruh satu sama lain. Terdapat
banyak cara untuk mengukur laju inflasi,
namun dua cara yang paling sering digunakan adalah Indeks Harga Konsumen (IHK)
dan Deflator PDB.
Penyebab Inflasi
Terjadinya inflasi disebabkan oleh berbagai faktor,
yaitu:
1. Tarikan permintaan
(demand pull inflation). Inflasi ini disebabkan permintaan atau daya tarik
masyarakat yang tinggi pada suatu barang atau jasa, yang mana biasanya dipicu
dari membanjirnya likuiditas di pasar, sehingga permintaan jadi tinggi dan
memicu perubahan tingkat harga. Peningkatan permintaan ini menyebabkan harga
faktor produksi meningkat.
2. Desakan
(tekanan) produksi atau distribusi (cost push inflation). Inflasi ini disebabkan dorongan
kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus-menerus.
Biasanya inflasi jenis ini dipengaruhi desakan biaya faktor produksi yang terus
meningkat, kelangkaan produksi, dan/atau kelangkaan distribusi.
3. Inflasi
campuran (mixed inflation). Inflasi ini terjadi akibat kenaikan penawaran dan
permintaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara keduanya. Misalnya,
ketika permintaan pada barang/jasa A meningkat, lalu menyebabkan persediaan
barang/jasa A turun sedangkan pengganti atau substitusinya terbatas atau tidak
ada. Ketidakseimbangan ini akan mengakibatkan terjadinya inflasi.
Jenis-jenis Inflasi
Berdasarkan kenaikan harga
Berdasarkan kenaikan harga,
inflasi dibagi ke dalam 4 jenis, yaitu:
- Inflasi
ringan:
kenaikan harga di bawah 10% dalam setahun.
- Inflasi
sedang:
kenaikan harga di antara 10% - 30% dalam setahun.
- Inflasi
berat:
kenaikan harga di antara 30% - 100% dalam setahun
- Hiperinflasi
(inflasi tak terkendali): kenaikan harga di atas 100% dalam setahun.
Berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya, inflasi dibagi
menjadi 2, yaitu:
1. Inflasi dari
dalam negeri (domestic inflation)
2. Inflasi dari
luar negeri (imported inflation)
Berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga
Berdasarkan
besarnya cakupan pengaruh terhadap harga, inflasi dibagi menjadi 3, yaitu:
- Inflasi
tertutup (closed inflation). Kenaikan harga yang terjadi hanya berhubungan
dengan satu atau dua barang tertentu.
- Inflasi
terbuka (open inflation). Kenaikan harga yang
terjadi pada semua barang secara umum.
- Hiperinflasi. Serangan inflasi yang sangat hebat sehingga harga barang/jasa terus berubah dan meningkat setiap saat, akibatnya orang-orang tidak dapat menahan uang lebih lama karena nilai uang terus merosot.
1. Teori Liquidity Preference Keynes
Menurut Teori Keynes ada tiga motivasi orang memegang uang, yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan memperoleh keuntungan. Nah, berikut penjelasannya:
a) Motif Transaksi
Masyarakat memegang uang dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan transaksi sehari-hari. Contohnya, kalau kamu ingin membeli pensil di koperasi bayarnya harus dengan uang cash (transaksi jual beli).
b) Motif Berjaga-jaga
Squad, arti dari berjaga-jaga disini adalah untuk persiapan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan atau yang tidak terduga. Misalnya, sakit atau mengalami kecelakaan kalau tidak punya tabungan, bagaimana bayarnya hayo?
c) Motif Mendapatkan Keuntungan
Nama lain dari motif ini adalah motivasi spekulasi. Misalnya, kamu membeli emas saat harga emas sedang rendah dan menjualnya kembali saat harga emas tersebut naik. Nah, disinilah maksud dari sepkulan, selisih harga beli dan jual dapat menghasilkan keuntungan.
2. Teori Kuantitas (Klasik)
Teori klasik ini membahas tentang hubungan antara penawaran dan permintaan, menitikberatkan uang dari sudut pandang kuantitas. Eits, ternyata dalam teori ini muncul dua pandangan dari dua tokoh besar yaitu David Ricardo dan Irving Fisher.
TEORI PENAWARAN UANG
Selanjutnya adalah penawaran uang yang merupakan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Jangan sedih, penawaran uang juga ada teorinya, yakni:
a. Teori Penawaran Uang Tanpa Bank
Teori ini merupakan gambaran dari sistem standar emas, ketika emas menjadi satu-satunya alat pembayaran. Jumlah uang beredar atau uang yang ditawarkan di masyarakat naik atau turun sesuai dengan tersedianya emas di masyarakat.
b. Teori Penawaran Uang Modern
Dalam sistem standar kertas dengan otoritas moneter yakni Bank Sentral yang memproduksi uang primer. Lembaga keuangan (perbankan) merupakan produsen uang sekunder bagi masyarakat. Keduanya berhubungan sangat erat karena uang sekunder (uang giral) hanya bisa tumbuh karena ada uang primer.
Februari 2013 = 160,40
dari data diatas hitunglaju inflasi bulan februari 2013
4. Jelaskan pengertian dari kebijakan diskonto
Komentar
Posting Komentar